20 Pelajar Jepang Belajar Budaya di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com--Dua puluh pelajar asal Jepang yang mengikuti program "Teenage Ambassador" berkunjung ke Indonesia untuk belajar di sekolah setempat dan mengenal lebih dekat kebudayaan yang ada di Indonesia.

"Para pelajar bisa belajar dan mengenal budaya Indonesia lebih dekat. Hal ini tentunya sangat membanggakan karena akan menjadi pengalaman berharga bagi para pelajar sekalian," ujar Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori dalam acara penyambutan di Jakarta, Selasa.

Dalam acara penyambutan yang diselenggarakan di kediamannya itu, Dubes Katori mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa mempererat hubungan antara pemuda Indonesia dan Jepang.

Kunjungan itu, kata Dubes Katori, merupakan kunjungan balasan karena sebelumnya sebanyak 20 pelajar asal Indonesia berkunjung ke Jepang pada 18 Januari lalu.

Dalam kunjungan itu, pelajar asal Indonesia mendapatkan pengalaman berharga seperti bertemu dengan Perdana Menteri Yoshihiko Noda, belajar di sekolah Jepang, belajar kebudayaan Jepang, dan melihat salju. "Walau dingin, itu akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi pelajar asal Indonesia," kata Dubes.

Ke depannya, kata Dubes, akan semakin banyak perusahaan yang mengadakan kegiatan serupa untuk mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Jepang.

Proyek "Teenage Ambassador" diselenggarakan oleh AEON 1% Club yang merupakan CSR dari perusahaan asal Jepang AEON Group. Program itu dimulai pada 1989 dengan menggunakan satu persen keuntungan yang ditujukan pada aktivitas yang berpilar pada konservasi alam, pertukaran budaya, pengembangan sumber daya manusia, pertukaran budaya, dan promosi budaya dan masyarakat lokal.

Pemimpin Program "Teenage Ambassador" Indonesia Toyofumi Kashi mengatakan program itu bertujuan untuk mempromosikan saling pengertian dan mempererat persahabatan antarpemuda yang ada di dunia.

"Para pelajar ini tidak hanya berkunjung ke Jakarta saja, tetapi juga ke Bali dan menetap bersama penduduk setempat selama beberapa hari," kata Kashi.

Kashi menjelaskan proyek itu dimulai dari Malaysia pada tahun pertama, dan hingga kini telah 15 negara yang telah dikunjungi 804 pelajar SMA. "Tahun ini, giliran Indonesia menjadi negara yang dikunjungi oleh pelajar asal Jepang," tambah dia.

Sementara seorang pelajar asal Jepang Yokohuma Tsuya mengatakan kegiatan seperti ini menambah pengetahuannya akan kebudyaaan Indonesia.

"Tadi pagi kami mengunjungi Kebun Raya Bogor dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata Tsuya.

Tsuya mengatakan sebelumnya dia belajar mengenai kebudayaan Indonesia melalui internet. Dia mengatakan akan berada di Indonesia selama tujuh hari dan mengunjungi beberapa daerah di Tanah Air. "Kesan pertama saya di Jakarta adalah macet dan penuh dengan motor," kata Tsuya.

Meski demikian Tsuya berharap bisa mendapat pengalaman berharga selama kunjungannya ke Indonesia.


SUMBER: Kompas.Com

Baca Juga "Polwan Make Ekstasi"



Leave a Reply

Kalau sobat udah selesai membaca Artikel di atas silahkan berikan komentar sesuai isi Artikel dan mohon untuk tidak SPAM karena tindak SPAM di larang agama hehehee. Oya ingat berkunjung tiap hari disini yah sobat...

    Statistik

    Review http://www.nickyoktavian.com/ on alexa.com
    Protected by Copyscape Online Copyright Search
    Check PageRank
    powered by
    Socialbar

    Category

    (3) (64) (17) (90) (11) (60) (2) (21) (82) (3) (169) (17) (6) (3) (19) (60) (23) (3) (4) (5) (36) (48) (14)